MEMBUAT AKUN
MASUK
MASUK


MASUK


Ingat Aku
MASUK
MEMBUAT AKUN
LUPA PASSWORD
SELECT COUNTRY: (CURRENT: INDONESIA)
ASIA
INDONESIA MALAYSIA
PHILIPPINES SINGAPORE
THAILAND VIETNAM
CHINA INDIA
SELECT LANGUAGE:
BAHASA
ENGLISH

Di Bawah Radar, Bagian II


Permainan yang kurang dihargai di NBA


Bagi sekian banyak fans NBA di dunia, beberapa permainan telah menjadi citra ikonik yang mewakili nilai hiburan tak ada habisnya yang dihadirkan Liga ini. Mulai dari ciri khas step-back James Harden dan tembakan jarak jauh Stephen Curry sampai tomahawk dunk dan chasedown block ala LeBron James, semua ini adalah momen yang dinanti-nanti setiap fans. Namun, jika menebar jaring lebih luas lagi, kamu akan menemukan permainan yang tidak begitu terkenal, tetapi juga layak dinanti.


Mitchell Robinson blok tembakan lawan: Pemain yang dipilih pada babak kedua draft harus rela menjadi proyek jangka panjang, tetapi Robinson berubah menjadi shot-blocker menakutkan yang mampu mengganggu setiap tembakan lawan. Pemain umumnya menembak dari luar paint untuk menghindari tekanan pemain bertahan, dan tembakan ini jarang sekali diblok lawan. Namun, rookie 7 kaki 1 inci (216 cm) mampu mendobrak hal ini dengan memimpin Liga dalam kategori blok. Daerah perimeter kini bukan lagi menjadi zona aman di hadapan jangkauan lengan, atletisme, dan mobilitas Robinson.


Tembakan berputar Shaun Livingston: Satu dasawarsa setelah cedera merenggut mobilitas yang diandalkannya sebagai salah satu point guard paling cemerlang, Livingston menciptakan kembali dirinya sebagai pemain cadangan yang andal. Operan dan gerakannya yang cerdas penting bagi kesuksesan Warrior, tetapi dia pun dapat berubah menjadi pencetak angka andal dalam sekejap mata. Senjata pilihannya adalah tembakan berputar yang dilepaskannya tanpa kenal lelah pada lawan malang setelah bermain post.


Gerakan ragu-ragu jarak menengah D’Angelo Russell: Pemain yang bru pertama kali bermain di All-Star ini mengembalikan gerakan ragu-ragu ke panggung utama saat dia mempermalukan pemain bertahan dengan tipuan tanpa henti. Walaupun gerakannya tidak terlalu cepat, Russell piawai memancing lawan agar bermain mengikuti iramanya saat dia dengan mudah masuk ke area paint dan melakukan tembakan yang sederhana. Dalam melakukan hal ini, keengganannya untuk mematikan bola hingga detik-detik terakhir menjadi sebuah seni tersendiri, memastikan lawan tidak bisa membatasi opsi yang dimilikinya.


Drive Malcolm Brogdon: Di era yang dibangun seputar tembakan tiga angka, mantan Rookie of the Year ini bagaikan pemain klasik. Guard 6 kaki 5 inci (195 cm) ini adalah slasher agresif yang tidak mau melakukan tembakan jarak jauh walaupun tembakan perimeter-nya cukup jitu. Dia mampu mencetak angka dengan kedua tangannya dan mengeksploitasi kekuatan fisiknya saat menyerang ke ring, menyingkirkan pemain kecil dari hadapannya. Jika mencoba untuk melanggarnya, dia akan menghukummu dengan persentase tembakan bebasnya yang kini memuncaki Liga.