MEMBUAT AKUN
MASUK
MASUK


MASUK


Ingat Aku
MASUK
MEMBUAT AKUN
LUPA PASSWORD
SELECT COUNTRY: (CURRENT: INDONESIA)
ASIA
INDONESIA MALAYSIA
PHILIPPINES SINGAPORE
THAILAND VIETNAM
CHINA INDIA
SELECT LANGUAGE:
BAHASA
ENGLISH

Serba-serbi Post Play


Bermain di high post dan low post


Kita sering membayangkan big man sebagai grup yang serupa, dipenuhi pemain dengan fisik kuat yang menikmati pertarungan keras di bawah ring. Namun, ketika melihat sejumlah big man terbaik sepanjang masa, kita mulai menyadari ada keragaman dalam gaya bermain mereka. Pada umumnya, pemain post dapat dibagi menjadi pemain high post dan low post, dengan fungsi yang sangat berbeda.


Pemain low post adalah big man tradisional yang berjuang di dalam area paint, dekat dengan ring. Oleh karenanya, low post play cenderung lebih keras saat para pemain bersaing memperebutkan posisi. Membiarkan big man mendapatkan posisi di low post sama saja dengan memberikan angka gratis karena jaraknya yang dekat dengan ring. Kekuatan tubuh dan stabilitas diperlukan saat menyerang maupun bertahan, untuk menghantam masuk atau menahan pemain bertahan saat melakukan lay-up atau hook shot dan mencegah lawan melakukan hal yang sama. Pemain low post biasanya bermain memunggungi ring dan dengan mudah dapat mendapatkan foul atau double-team dengan gerakan cepat ke dalam.


Pemain high post beroperasi di puncak area paint, di sekitar garis tembakan bebas. Biasanya lebih mudah untuk menerima bola di high post, khususnya dengan kombinasi tinggi tubuh, jangkauan lengan, dan atletismenya. Oleh karenanya, banyak set play dimulai dengan operan ke high post, kontras dengan low post play yang secara alami didominasi permainan satu lawan satu. Pemain post kerap dapat bermain menghadap ring sehingga memberikan pandangan jelas ke seluruh lapangan serta membuka banyak peluang dan sudut untuk mengoper. Akibatnya, pemain high post harus membuat lebih banyak keputusan saat menyerang dan lebih mengandalkan kelincahan dan kecerdikan serta umumnya harus bisa melakukan tembakan jarak menengah.


Sudah jelas ada keunggulan dan kelemahan pada kedua aspek permainan post ini, sehingga pemain post yang ideal harus bisa memainkan kedua posisi. Jika big man di timmu sama fleksibel, mereka dapat beroperasi dalam penyerangan high-low motion dan memainkan peran yang dapat dipertukarkan. Tim Duncan dan David Robinson menyempurnakan sistem ini saat bermain bersama-sama untuk San Antonio Spurs.