MEMBUAT AKUN
MASUK
MASUK


MASUK


Ingat Aku
MASUK
MEMBUAT AKUN
LUPA PASSWORD
SELECT COUNTRY: (CURRENT: INDONESIA)
ASIA
INDONESIA MALAYSIA
PHILIPPINES SINGAPORE
THAILAND VIETNAM
CHINA INDIA
SELECT LANGUAGE:
BAHASA
ENGLISH

Slam Dunk Contest yang Paling Dikenang


Terbang menjulang ke langit


Dalam kontes yang ketat antara dua pemain muda berbakat, Hamidou Diallo mengalahkan Dennis Smith Jr. untuk merebut gelar NBA All-Star Slam Dunk Contest 2019. Namun, yang membuat penonton gempar adalah dunk-nya yang memukau di babak pertama, saat dia melompat melewati Shaquille O’Neal setinggi 7 kaki 1 inci (213 cm) sebelum menggantungkan sikunya di ring. Dunk spektakuler ini membuat pengamat dan fans berdebat tentang tempatnya di antara kontes dunk terdahsyat sepanjang masa.


Jordan vs ‘Nique: Sebelum era Nate-Dwight dan Lavine-Gordon, ada duel slam dunk asli yang memukau seluruh generasi penonton – Michael Jordan vs Dominique Wilkins. Wilkins unggul atas Jordan di kompetisi 1985 dengan rentetan dunk windmill dan double pump jam, tetapi Jordan membalasnya pada 1988, bukan dengan satu, tetapi dua dunk dari garis tembakan bebas.


2000: Bagi banyak fans NBA, tahun 2000 membangkitkan kenangan tentang Vince Carter dan inkarnasi kontes dunk modern. Tidak ada yang bisa menyainginya saat ‘Vinsanity’ mendominasi dengan serangkaian dunk yang sangat mendebarkan. Dia membuka kontes dengan 360-degree reverse windmill dunk dan langsung menyatakan “Sudah selesai!” Kontes itu mungkin sudah selesai, tetapi era dunk kontemporer baru saja dimulai.


Spud dan Nate: Spud Webb dan Nate Robinson adalah pemenang terpendek kontes ini dan mereka mengungguli beberapa raksasa dalam mencapai kesuksesannya. Webb mengalahkan duel superstar Jordan dan teman satu timnya, Dominique Wilkins, serta adiknya Gerald. Sementara Robinson adalah satu-satunya pemenang tiga kali dalam sejarah kontes ini, dengan kemenangan paling mengesankan terjadi pada 2009 ketika dia mengalahkan juara bertahan, Dwight Howard, dengan terbang melewatinya untuk melakukan jam.


Lavine vs Gordon: Dua pemain muda ini membuktikan bahwa Slam Dunk Contest aman di tangan generasi penerus saat para superstar menyerahkan obor kepada juniornya yang menghadirkan aksi memukau. Duel mereka memamerkan kekuatan dan kreativitas Aaron Gordon yang melakukan serangkaian dunk ganas yang belum pernah dilihat sebelumnya, tetapi keanggunan dan dunk Zach Lavine yang tiada duanya terlalu tangguh saat dia mencetak rekor lima kali angka sempurna 50 dari enam dunk, hanya kurang satu poin saja untuk mendapatkan angka sempurna.